Ingatkah kamu dengan pria yang ditangkap karena menanam ganja untuk mengobati istrinya yang sedang sakit ?
Ya, dia adalah Fidelis arie sudewarto yang merupakan pegawai negeri sipil di daerah Sanggau, Kalimantan barat. Ia ditangkap oleh BNN karena kepemilikan 39 batang pohon ganja yang ditanamnya.
Berbagai upaya pengobatan yang dilakukannya tidak pernah memiliki efek yang baik hingga akhirnya ia mencoba sebuah metode pengobatan yang dilarang di negeri ini, yakni penggunaan ganja.
Ganja yang digunakannya untuk mengobati istrinya ternyata membuahkan hasil, Perlahan-lahan istrinya mulai menunjukkan kondisi fisik yang baik.
Namun ketika Fidelis ditangkap oleh petugas BNN, pengobatan dengan metode pemberian ganja menjadi terhenti dan kejadian yang menyayat hati pun terjadi , istrinya menghembuskan nafas terakhirnya setelah Fidelis berada dalam tahanan pihak BNN.
Saya mulai mencari dan membaca mengenai manfaat ganja terutama bagi kesehatan. Sungguh terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa ganja memiliki manfaat terutama bijinya, yang sangat berguna sekali bagi dunia medis.
Berdasarkan dari berbagai penelitian ilmiah, ganja memilik manfaat seperti memperlambat penyakit alzheimer, mematikan sel kanker, dan merupakan sumber protein yang baik. tentunya ganja juga memiliki efek samping namun tidak terlalu berbahaya.
Di Indonesia, kepemilikan ganja adalah hal yang ilegal dan ada beberapa negara yang melegalkan ganja karena dianggap memiliki khasiat yang baik. Pelarangan ganja di Indonesia dikarenakan penggunaan yang menyimpang sehingga dapat berakibat fatal seperti kerusakan otak dan lain-lain.
Saya sedikit heran dengan alasan pelarangan ini, ganja memiliki manfaat yang luar biasa dan dilarang hanya karena penyalahgunaannya, lalu apa bedanya dengan alkohol ?
Alkohol jika digunakan dengan tepat, maka akan memberikan manfaat yang baik, namun sebaliknya jika disalahgunakan juga akan berakibat fatal.
Sungguh dilema bagi saya untuk menentukan apakah Fidelis melakukan kesalahan atau telah menjadi malaikat karena terus berjuang untuk kesembuhan istrinya. Seharusnya kasus seperti fidelis tidak terulang lagi, pemerintah harus meneliti mengenai manfaat ganja sehingga memperbolehkan penggunannya untuk medis.
Ganja memiliki manfaat kesehatan yang baik dan jika disalahgunakan, seharusnya yang patut disalahkan adalah pemakainya, bukan ganjanya.
Fidelis telah melakukan perbuatan yang baik, hanya saja ia berada di tempat yang salah. Ia menggunakan ganja dengan tepat dan rasanya ia tak pantas jika dihukum, namun karena kita adalah negara hukum dan pelarangan penggunaan ganja ada dalam Undang-undang, maka mau tak mau ia harus menjalani proses hukum. Dan kita semua berharap semoga keadilan menyertainya.


Silahkan berikan komentar dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar
EmoticonEmoticon